Jumat, 01 April 2016

Tayangan Televisi dapat Mempengaruhi Perilaku Anak



Tayangan Televisi dapat Mempengaruhi Perilaku Anak

sumber gambar dari Link
Dewasa ini perkembangan media massa sudah sangat pesat, khususnya pada media televisi. Dimana televisi menjadi elemen penting dalam kehidupan masyarakat dan menjadi sumber informasi bagi anak. Televisi mampu mempengaruhi pola pikir, gaya bahasa hingga pada pola perilaku anak-anak.
Menurut Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (1993) terdapat beberapa bentuk perilaku akibat dari meniru adegan anti sosial seperti berkata dan bertindak kasar, membunuh, berkelahi, memukul, melukai, mengganggu dan lain-lain. Kekhawatiran masyarakat ini terutama ditujukan pada anak-anak dan para remaja yang memiliki kemungkinan lebih besar terhadap efek negatif karena cenderung untuk lebih mudah menerima dan tidak siap untuk menilai apa yang ditontonnya. Selain itu mereka memiliki intensitas yang tinggi dalam menonton televisi (Hutapea, Bonar, 2010).
Kegitan meniru pada tayangan televisi timbul karena adanya dorongan baik dari dalam maupun dari luar. Untuk mengadakan imitasi atau meniru ada faktor psikologis yang berperan. Dengan kata lain imitasi tidak berlangsung secara otomatis, tetapi ada faktor lain yang ikut berperan sehingga seseorang mengadakan imitasi (Olivia, 2013).
Karena model yang ditampilkan televisi secara otomatis dapat merangsang sejumlah tanggapan yang signifikan bagi perilaku pemirsanya. Goodwin dan Klausmeier found that TV models imitated by children and adolescents server as symbolic models perceivably effecting their lives, and this effect parallels the effect of human models in their live (Goodwin & Klausmeier, 1975, PP481-476). Dalam pendapatnya tersebut mereka menemukan bahwa para remaja dan anak-anak menggap bahwa tayangan yang ada dalam televisi merupakan model simbolik yang dapat dijadikan acuan dalam berperilaku. (AlZboon, 2011).
Bila anak melakukan peniruan yang salah maka dapat berpengaruh negatif pada perkembangan perilaku anak itu sendiri. Oleh karenanya, sangat penting bagi orang tua mengontrol dan memasukkan unsur pengetahuan dalam benak anak pada saat anak menyaksikan tayangan televisi agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang melanggar nilai dan norma yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar