Kamis, 05 Mei 2016

The Teacher's Diary



THE TEACHER’S DIARY

 

Sumber film dari Link
Dalam film ini alur yang digunakan adalah alur maju mundur, dimana cerita dibuat untuk menceritakan tentang masa kini dan masa sebelumnya. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang guru yang memiliki masa lalu yang dianggap buruk oleh sang kepala sekolah, untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi seorang guru tetap membawanya kesebuah sekolah apung yang terletak sangat jauh dari kota dan sangat terpencil.

Dalam film ini terdapat dua tokoh utama yakni Bu Ann dan Pak Song, bu Ann merupakan guru pertama dan pak Song merupakan guru kedua. Banyak kesulitan yang dialami oleh kedua guru ini. Mulai dari susahnya mendapat air tawar untuk mandi dan keperluan lainnya serta tidak adanya listrik dan tidak tersedianya jaringan telekomunikasi.
Pada awalnya pak Song mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan menjalankan perannya sebagai seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pak Song dalam menghadapi para siswa yang melakukan tindakan berbahaya sangat tidak tepat dan sangat jauh berbeda dengan guru mereka sebelumnya yakni bu Ann. Beberapa waktu berselang pak Song mendapati sebuah diary yang menceritakan perjuangan yang dilakukan oleh bu Ann. Setelah pak Song menemukan diary itu, ia sering membaca dan mempelajarinya. Dari diary itu pak Song memperoleh semangat dan motivasi dalam hidupnya.
Menjadi seorang guru bukanlah tentang A, B, C dan 1, 2, 3 namun lebih dari itu, butuh perjuangan dan pengorbanan serta keikhlasan, itulah yang dikatakan oleh bu Ann.
Disaat pak Song telah merasakan indahnya menjadi seorang guru dan telah tumbuh rasa cinta terhadap dunia pendidikan, tiba-tiba pada suatu hari yang sunyi ada badai besar yang menerjang pak Song dan murid-murid serta memporak-porandakan sekolah apung. Pada saat badai berlangsung diary yang menjadi panduan pak Song dalam menjalankan metode pembelajaran tersapuh oleh badai dan hanyut.
Setelah badai berhenti pak Song mulai mencari diary bu Ann yang hanyut. Beberapa saat kemudian akhirnya pak Song mendapatkan diary itu. Pak Song dan murid-murid sekolah apung melakukan renovasi terhadap sekolah yang telah porak-poranda terkena badai. Pak song juga memperbaiki diary bu Ann dengan memperjelas tulisan yang ada.
Dahulu bu Ann sangat berharap pada muri-muridnya agar mereka jangan sampai putus sekolah namun pada ujian akhir semester 1 salah satu murid bu Ann tidak hadir untuk mengikuti ujian itu. Setelah diselidiki oleh bu Ann ternyata alasan muridnya tidak ikut ujian karena ia ingin membantu sang ayah bekerja sebagai soerang nelayan. Berbeda denga bu Ann, pak Song justru mendapat satu murid lagi yang ingin melanjutkan pendidikannya.
Tibalah ujian akhir semester 1 bagi murid-murid pak Song. Pada saat ujian berlangsung para murid pak Song sangat mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ujian, dan hasil yang diperoleh mereka sangat rendah. Hal tersebut membuat kepala sekolah memberi peringatkan kepada pak Song. Peringatan itu menghimbau pada pak Song agar dapat meningkatkan kempuan para muri-muridnya sehingga hasil semester depan dapat meningkat namun jika tidak, terpaksa pak Song akan diberhentikan dari jabatannya.
Dalam film ini diceritakan bahwa pak Song sungguh ingin bertemu dengan tokoh inspiratifnya yakni ibu Ann. Awalnya pak Song telah berusaha untuk mencari bu Ann namun pak Song tidak dapat menemukan keberadaan bu Ann.
Suatu hari kehidupan bu Ann diterpa permasalahan yang sangat serius, masalah tersebut membuat bu Ann memutuskan untuk bekerja kembali pada sekolah yang lama. Singkat cerita pak Song akhirnya dapat berjumpa dengan bu Ann, sang inspiratory dalam hidupnya di sekolah apung.
Dari film tersebut dapat diambil pelajaran bahwa menjadi seorang guru bukanlah sebuah profesi yang mudah untuk didapatkan karena pekerjaan ini membutuhkan pejuangan dan pengorbanan, serta kemampuan yang kompleks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar