THE TEACHER’S DIARY
| Sumber film dari Link |
Dalam film ini alur yang
digunakan adalah alur maju mundur, dimana cerita dibuat untuk menceritakan
tentang masa kini dan masa sebelumnya. Film ini menceritakan tentang perjuangan
seorang guru yang memiliki
masa lalu yang dianggap buruk oleh sang kepala sekolah, untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi seorang guru tetap
membawanya kesebuah sekolah apung yang terletak sangat jauh dari kota dan sangat
terpencil.
Dalam film ini terdapat dua tokoh utama yakni Bu Ann dan Pak Song,
bu Ann merupakan guru pertama dan pak Song merupakan guru kedua. Banyak
kesulitan yang dialami oleh kedua guru ini. Mulai dari susahnya mendapat air
tawar untuk mandi dan keperluan lainnya serta tidak adanya listrik dan tidak
tersedianya jaringan telekomunikasi.
Pada awalnya pak Song mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan
menjalankan perannya sebagai seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan
pak Song dalam menghadapi para siswa yang melakukan tindakan berbahaya sangat
tidak tepat dan sangat jauh berbeda dengan guru mereka sebelumnya yakni bu Ann.
Beberapa waktu berselang pak Song mendapati sebuah diary yang menceritakan
perjuangan yang dilakukan oleh bu Ann. Setelah pak Song menemukan diary itu, ia
sering membaca dan mempelajarinya. Dari diary itu pak Song memperoleh semangat
dan motivasi dalam hidupnya.
Menjadi seorang guru bukanlah tentang A, B, C dan 1, 2, 3 namun
lebih dari itu, butuh perjuangan dan pengorbanan serta keikhlasan, itulah yang
dikatakan oleh bu Ann.
Disaat pak Song telah merasakan indahnya menjadi seorang guru dan
telah tumbuh rasa cinta terhadap dunia pendidikan, tiba-tiba pada suatu hari
yang sunyi ada badai besar yang menerjang pak Song dan murid-murid serta
memporak-porandakan sekolah apung. Pada saat badai berlangsung diary yang
menjadi panduan pak Song dalam menjalankan metode pembelajaran tersapuh oleh
badai dan hanyut.
Setelah badai berhenti pak Song mulai mencari diary bu Ann yang
hanyut. Beberapa saat kemudian akhirnya pak Song mendapatkan diary itu. Pak
Song dan murid-murid sekolah apung melakukan renovasi terhadap sekolah yang
telah porak-poranda terkena badai. Pak song juga memperbaiki diary bu Ann
dengan memperjelas tulisan yang ada.
Dahulu bu Ann sangat berharap pada muri-muridnya agar mereka jangan
sampai putus sekolah namun pada ujian akhir semester 1 salah satu murid bu Ann
tidak hadir untuk mengikuti ujian itu. Setelah diselidiki oleh bu Ann ternyata
alasan muridnya tidak ikut ujian karena ia ingin membantu sang ayah bekerja
sebagai soerang nelayan. Berbeda denga bu Ann, pak Song justru mendapat satu
murid lagi yang ingin melanjutkan pendidikannya.
Tibalah ujian akhir semester 1 bagi murid-murid pak Song. Pada saat
ujian berlangsung para murid pak Song sangat mengalami kesulitan dalam
mengerjakan soal ujian, dan hasil yang diperoleh mereka sangat rendah. Hal
tersebut membuat kepala sekolah memberi peringatkan kepada pak Song. Peringatan
itu menghimbau pada pak Song agar dapat meningkatkan kempuan para muri-muridnya
sehingga hasil semester depan dapat meningkat namun jika tidak, terpaksa pak
Song akan diberhentikan dari jabatannya.
Dalam film ini diceritakan bahwa pak Song sungguh ingin bertemu
dengan tokoh inspiratifnya yakni ibu Ann. Awalnya pak Song telah berusaha untuk
mencari bu Ann namun pak Song tidak dapat menemukan keberadaan bu Ann.
Suatu hari kehidupan bu Ann diterpa permasalahan yang sangat
serius, masalah tersebut membuat bu Ann memutuskan untuk bekerja kembali pada
sekolah yang lama. Singkat cerita pak Song akhirnya dapat berjumpa dengan bu
Ann, sang inspiratory dalam hidupnya di sekolah apung.
Dari film tersebut dapat diambil pelajaran bahwa menjadi seorang
guru bukanlah sebuah profesi yang mudah untuk didapatkan karena pekerjaan ini
membutuhkan pejuangan dan pengorbanan, serta kemampuan yang kompleks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar