Akhirnya
Ku Temukan Hidayah
Oleh
Nayuri
Namanya adalah Isabela Wijaya, kehidupan yang begitu membahagiakan
dan serba berkecukupan itulah yang ia jalani selama ini. Ditambah lagi usaha
yang ia tekuni selama ini berjalan dengan sangat lancar dan dapat dikatakan sangat
sukses. Ia memiliki beberapa karyawan yang membantunya. Ia juga merupakan salah
satu petinggi disalah satu gereja yang sangat terkenal di daerahnya.
Keluarga yang lengkap, memiliki
pekerjaan yang baik serta memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan halayak
ramai itulah kenikmatan yang dimiliki Isabela. Cerita hidupnya yang baru
berawal dari kebiasaan buruk yang selalu ia kerjakan. Kebiasaan tersebut adalah
setiap hari ia memarahi salah satu karyawan yang bekerja pada dirinya. Pekerjaan
yang dilakukan sang karyawan hingga membuat Isabela kesal adalah setiap kali
ada waktu senggang ia selalu membaca Al-Quran dan membaca buku-buku Islami.
Sang karyawan merupakan karyawan yang
sangat rajin dan sangat tekun. Namun Isabela sangat tidak suka dengan kebiasaan
membaca buku Islami yang dilakukan oleh bawahannya tersebut. Kalimat yang tidak
baik selalu dilontarkan olehnya setiap hari. Bertahun-tahun kebiasaan itu
dilakukan namun tetap saja sang karyawan melakukan apa yang dilarang oleh
majikannya itu.
Merasa lelah dan tidak tahu lagi harus
berbuat apa pada karyawannya, karena setiap hari ia telah mengingatkan namun
tidak pernah didengar juga. Hingga suatu hari Isabela menyadari sesuatu, ia
mulai penasaran dengan apa yang dilakukan oleh salah satu karyawan terbaiknya
tersebut. Rasa penasaran yang Isabela alami, mendorongnya untuk melakukan
penyelidikan pada apa yang selama ini karyawannya baca dan pelajari. Isabela
mulai membaca buku-buku yang dibaca oleh karyawannya selama ini, meskipun
buku-buku tersebut sangat bertolak belakang dengan keyakinan yang dianut oleh
Isabela. Namun Isabela tetap membaca dan mulai sedikit demi sedikit mempelajarinya.
Tidak terasa dua tahun sudah Isabela
melakukan kegiatan persis seperti apa yang dilakukan oleh karyawannya. Rasa ketertarikannya
terhadap ajaran Islam mulai muncul, ia terus menerus membaca dan mempelajari
ajaran Islam melalui buku-buku yang telah dibaca oleh karyawannya. Dari rasa
penasaran dan tertarik itulah tanpa disadari oleh Isabela ternyata ia telah
mendapat hidayah yang luar biasa dari Allah SWT. Hidayah yang dapat
membimbingnya kejalan yang diridhai oleh-Nya.
Selama dua tahun itulah hati Isabela
mengalami dilema yang sangat besar. Dimana ia harus memilih antara Islam atau
mempertahankan apa yang telah dimilikinya selama ini. Karena hati Isabela yang
telah tertanam rasa cinta yang begitu kuat pada ajaran Islam membuatnya rela
untuk meninggalkan segalanya. Meskipun demikian jalannya untuk masuk Islam
tidak semudah yang dibayangkan, pertentangan muncul dari banyak pihak, bukan
hanya dari keluarga tetapi juga dari pihak gereja dan masyarakat khatolik yang
ada di daerahnya.
Kebulatan tekad dan rasa cintanya kepada Allah SWT membuat ia
berani mengambil keputusan yang berat bagi hidupnya. Tiga tahun kemudian setelah
ia mempelajari ajaran Islam tepatnya pada bulan agustus 2008 ia memberanikan
diri untuk mengikrarkan janjinya untuk memeluk agama Islam dengan penuh
keikhlasan dan ketulusan.
Setalah ia masuk Islam kehidupannya benar-benar 180 derajat berbeda
dibanding sebelumnya. Sebelum masuk Islam ia adalah orang yang sangat percaya
pada kekuatan mistis dan sangat percaya pada kekuatan seorang dukun, karena
dengan bantuan dukun semua usahanya selama ini dapat berjalan dengan lancar dan
sangat sukses. Sedang tanggung jawabnya pada gereja adalah menjalankan misi
untuk menarik warga yang beragama lain agar menganut ajaran khatolik, memalui
bakti sosial dan kegiatan lainya. Kemudian ia juga memberikan pengarahan pada
para pemuda khatolik untuk menarik umat lain melalui misi cintanisasi.
Hari dimana ia masuk Islam, ketika itulah ia benar-benar tidak
memiliki apa-apa dan siapapun. Ia menjalani kehidupan dari titik paling bawah,
ia tinggal dikontrakan yang sangat kecil itupun ia hanya menumpang pada saudara
muslim yang baru dikenalnya. Setelah beberapa hari ia tinggal ditempat itu, ia
mulai mencari pekerjaan untuk dapat menghidupi dirinya dan untuk mencari tempat
tinggal yang baru. Disela-sela ia bekerja ia terus mempelajari Islam, setelah
ia mendapat gaji pertamanya akhirnya ia memutuskan untuk pindah dari kontrakan
saudaranya tersebut. Selang beberapa waktu itu akhirnya ia memutuskan untuk
tinggal pada pondok pesantren yang menampung orang-orang mualaf.
Di pondok itulah kemampuan
keagamaannya diasah dan terus dikembangkan. Selang beberapa saat ia semakin
pandai dalam bidang dakwah. Ia sering mengikuti serangkaian dakwah yang
dilaksanakan oleh pondoknya. Di pondok itu juga ia menemukan pasangan hidupnya
yang baru. Bersama dengan suaminya ia mendirikan sebuah panti asuhan yang
khusus menampung anak-anak yang kurang beruntung dan melakukan kegiatan sosial
yang titik fokusnya pada masyarakat pedalaman yang pemahaman agamanya masih
sedikit.
Hidup adalah sebuah proses dimana perjuangan dan keikhlasanlah yang
menjadi modal utama dalam mengarungi kerasnya sebuah kehidupan. Manusia yang
takut akan perubahan tentu saja tidak akan mampu merubah kehidupan yang
dijalaninya sampai kapan pun. Allah telah berfirman sesungguhnya Allah tidak
akan mungkin merubah sebuah kaum kecuali kaum tersebut berusaha untuk merubah
dirinya.
Semua keadaan dan kejadian yang
dialami itu telah menjadi kehendak Nya namun sebagai seorang manusia yang telah
dianugerahkan sebuah akal untuk berpikir tentu saja kita dituntut untuk dapat
menyelesaikan segala permasalahan yang ada dengan sebaik-baiknya dan berusaha
yang terbaik.
Dihadapan Nya bukan sekedar hasil yang
dinilai namun yang lebih penting dan yang paling mendasar adalah sebuah proses
untuk pencapaian hasil. Jika proses yang dijalani dengan penuh keikhlasan dan
perjuangan maka hasil yang dicapai akan memberikan sebuah kenikmatan yang
begitu luar biasa dan tidak akan ternilai hargannya.
Bermimpi dan berjuang itu lah kunci
untuk mencapai segala keinginan tanpa melupakan unsur doa. Karena tanpa
diiringi dengan doa segala usaha yang dilakukan tidak akan mungkin berhasil dan
menjadi sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar